Mobil Pak Menteri…

Sekian lama tidak menulis, tergelitik oleh berita hadirnya mobil dinas baru untuk pak menteri. Mungkin kalau menyitir pernyataan pak Sudi yang mengatakan bahwa mobil menteri seharga 1,2 sampai 1,3 milyar adalah wajar. Bahkan menurut beliau banyak mobil dinas kepala daerah yang lebih mewah. Woooo… ternyata kemewahan dalam berkendara menjadi hal penting untuk strata pejabat publik.

Hanya yang sedikit heran, pemerintah secara gencar meminta warga masyarakat hemat energi, tapi mobil dinas untuk pejabat sangat tidak mencerminkan himbauan itu. Mengutip pernyataan di http://otomotifnet.com, bahwa Crown Majesta (mobdin menteri), mempunyai kapasitas mesin 4.600 cc berkonfigurasi V8. Luar biasa konsumsi bahan bakar yang dipergunakan untuk mobil itu. Padahal sekarang sudah ada mobil hybrid yang jauh lebih hemat energi yang harganya bisa separuhnya. Sebagai contoh Toyota Prius dan Honda Insight. Dari sisi penampilan sudah cukup mewah bagi masyarakat umum. Sebagai perbandingan, untuk Crown Majesta bisa menghisap 1 liter pertamax plus untuk setiap 6-7 kilometer, sedangkan untuk Toyota Prius hanya menghisap 1 liter pertamax plus untuk setiap 20 kilometer. Bayangkan pemborosan untuk bahan bakar. Saya sendiri tidak yakin apakah power dan kecepatan yang dibutuhkan untuk perjalanan seorang menteri tidak bisa dipenuhi oleh mobil hybrid.

Mungkin beberapa kalangan menilai penghematan yang dilakukan tidak terlalu signifikan untuk diterapkan pada puluhan menteri saja, namun dari sisi tauladan saya kira pantas untuk dilakukan. Masyarakat sudah terlalu cerdas untuk menilai apakah himbauan hemat energi yang disampaikan oleh para pejabat itu sungguh-sungguh ataukah hanya retorika belaka….