Maunya Televisi Apa Sih?

Pilpres telah selesai dilaksanakan. Berbagai lembaga quickcount sudah banyak yang memperoleh hasil sementara. Pasangan nomor 2 sementara unggul lebih dari 60%. Rakyat sudah menentukan pilihannya, meskipun menurut pasangan yang kalah itu adalah belum final. Berbagai asumsi maupun fakta mengenai kecurangan juga berusaha diungkap oleh pasangan yang kalah. Sangat wajar dalam kompetisi dengan biaya ratusan milyar apabila tensinya sedikit meninggi.

Yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana kita mensikapi segala tensi tinggi tersebut agar masyarakat akar rumput tidak kembali dimanfaatkan oleh segelintir elit tidak bisa menerima hasil Pilpres. Yang membikin pusing kalau saya melihat justru media televisi. Hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba untuk mengkonfrontir orang-orang yang nyata-nyata berseberangan. Dan yang sangat agresif adalah TV-One. Bahkan reporter seringkali berusaha menggali dan memancing Capres/Cawapres maupun tim sukses untuk mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Mungkin dengan dalih keseimbangan, pernyataan tersebut serta merta dikonfrontir ke pihak kompetitor sehingga memunculkan kesan berbalas pantun. Kalau dimasa kecil saya hal tersebut sering kita istilahkan dengan ‘tumbak cucukan’ he he he. Saya cuma bisa berharap para Capres/Cawapres tetap bisa menunjukkan keteladanan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi lagi demokrasi lapangan bola.

Ada baiknya televisi belajar dari pengalaman mengulas peristiwa eksekusi terpidana BOM BALI cs. Betapa berita yang demikian mengkonfrontir pihak-pihak yang berseberangan dengan berlebihan akan menimbulkan masalah baru. Sampai ada petemuan antar jurnalis TV yang digagas SCTV waktu itu. Terimakasih SCTV untuk kesekian kali melalui acara Indo Barometer menyajikan acara yang sedikit menyejukkan dari berbagai kontroversi yang ada. Sebaiknya televisi juga berperan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, tidak hanya menyuguhkan sebuah kontroversi semata.
Paradigma Bad News is A Good News kok sepertinya terlalu naif…