Hati-hati Kalo Ngedumel, Bisa Masuk Penjara…

Mencapai antiklimaks kebingungan. Ini yang saya rasakan saat ini. Melihat berita seorang ibu yang harus masuk penjara gara-gara mengeluh tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya dari pihak rumah sakit. Alangkah berbahayanya mengeluh itu… Waks.

Kalau begitu bakalan penuh tuh penjara oleh penulis surat pembaca di koran sama para blogger. Lha gimana? Itu adalah salah satu kran komunikasi dimana kita bisa mengeluhkan segala sesuatu yang tidak semestinya kita terima. Saya tidak menyalahkan pihak OMNI (bukan karena takut dituntut he he he), karena hak setiap warga negara yang merasa terusik dengan kegiatan orang lain untuk mengajukan permasalahan melalui jalur hukum. Yang jadi pertanyaan, kok polisi dengan serta merta melakukan penahanan. Begitu takutkah polisi bahwa tersangka akan melarikan diri. Gila… Koruptor yang ngabisin duit bermilyar-milyar aja pada bisa mengajukan penangguhan penahanan.

Saya kira sudah saatnya masyarakat semakin kritis dengan peristiwa ini. Apapun bentuk tekanan yang diberikan para penguasa dan pemegang kapital, jangan membuat kita semakin lemah dan takut untuk melakukan koreksi dan kritik terhadap fenomena sosial yang ada. Semoga hakim yang menyidangkan peristiwa ini diberi keberanian oleh Tuhan untuk tidak berpihak kepada pemilik modal dan tetap bisa berfikir dengan hati yang bersih.

Kepada kawan-kawan, hati-hati kalo ngedumel. Bisa dipenjara he he he…