Sejenak Bersama Radith dan Iman

Masih tentang BlogFest 0.9. Kebetulan kemaren sama Sastroredjo ditugasi nemenin Radith, Mas Kristupa, Melanie, sama Mas Iman Brotoseno. Banyak hal baru yang sebetulnya lebih bisa diungkap daripada dialog dalam forum yang dihadiri 500an audience.

Terutama dari Mas Iman dan Radith saya banyak hal yang bisa menginspirasi kita semua mengenai saling berbagi. Ternyata pengalaman mereka nggak jauh-jauh amat dengan Matt Wulenberg. Cuman beda tema aja. Mereka tidak berniat untuk endapatkan keuntungan financial saat pertama kali memutuskan untuk nge_blog. Demikian juga Matt yang karena pengen punya website namun gak ngeh mengenai coding html trus malah bisa bikin wordpress yang bikin dia jadi kaya raya. Radith hanya mencoba untuk berbagi atas apa yang dia alami yang ternyata membuat orang terpingkal-pingkal. Cuman blom liat filmya apa seheboh cerita dia di blog dan dibukunya? emoga gak kayak Davinci Code dan Ayat-ayat Cinta yang bagi saya garing banget filmnya.

Mas Iman juga demikian. Dan sampai sekarang pun yang ditulis Mas Iman adalah masalah-masalah aktual dan sejarah yang mungkin banyak orang menulis hal yang sama. Mungkin rekan-rekan blogger lebih seneng membaca sejarah melalui perspektif Mas Iman kali. Dan sekarang dia jadi chairman Pesta Blogger yang akan diadakan di Jakarta. Sempat ngobrol, dia menawarkan pada saya kalo UNS mo handle Roadshow Pesta Blogger di SOLO. Gimana Prof. Adi? Dalam benak saya akan ada kehebohan lagi di UNS jika ini benar-benar terjadi. Habis BlogFest traffic kita melibas ITS lho Prof…

Tengkyu deh buat Mas Iman dan Radith yang telah menginspirasi kawan-kawan blogger di UNS untuk lebih aktif menulis. Semoga bukan hanya sekedar mengejar grafik di alexa, ato mengejar deret angka yang mengecil di Webometrics. Menulis bisa diawali dari apa saja. Mari kita berbagi, dan biarkan waktu yang akan menilai ketulusan kita…