Panggung Demo(crazy)

Jum’at malam, ada acara baru di global TV. Judulnya Panggung Demokrasi. Kebetulan mengundang caleg dari kalangan artis. Bahkan salah satunya penyanyi dangdut hot. Begitu mulai menjawab pertanyaan dari panelis yang terdiri dari Sujiwo Tejo, Imam Prasojo, dan Yenni Rossa Damayanti… Fuuiihh. KACAU. Hanya itu komentar saya. YAng penyanyi dangdut hanya cengangas cengenges genit. Nggak pernah bisa memberi jawaban yang logis dari pertanyaan panelis. Yang ganteng, tinggi besar dan sudah memerankan sosok presiden dalam sebuah parodi televisi demikian juga. Setelah pidato berkobar-kobar mengenai nasib para petani yang akan diperjuangkannya… Tak satupun undang-undang mengenai pertanian yang dipahaminya… Wheleh. Demikian juga pemeran gadis o’on di sebuah serial televisi, tidak bisa memberikan jawaban yang analitis dari persoalan-persoalan yang ditanyakan para panelis.

Sori saya terpaksa curhat disini. Paling tidak agak mengurangi rasa sesak di dada. Bagaimana kelak legislasi yang dihasilkan oleh beliau-beliau ini? Kacau kacau… Padahal yang hadir adalah caleg untuk anggota DPR Pusat. BAgaimana dengan yang di Tingkat I dan II? Terlalu ngeri saya membayangkan. Saya sampai bingung, apa sih sebenarnya yang mereka cari? Atau mungkin kepedhean kali? Semoga tiga caleg yang muncul dilayar kaca kemarin malam adalah yang terburuk dari yang lain. Atau malah mereka adalah tiga yang terbaik? Waakss… Kepada Parpol yang akan ngirim calegnya muncul di televisi mbok agak selektif dikitlah… Bisa kontraproduktif lho. Bisa-bisa membikin semakin males yang mau nyontreng eh (nyoblos). Eh… ato dua-duanya?

Kalau begini, masak MUI tetep mengharamkan golput…