Semoga Sepadan…

Sori kalo terlalu melow. Mengawali usia 34 tahun dengan situasi yang sulit digambarkan. Berawal dengan mendapatkan faximili dari PUSDIKLAT KEPEGAWAIAN Jakarta, bahwa tanggal 16 Mei 2010, pukul 18.00 WIB harus sudah check in di Sawangan untuk mengikuti DIKLATPIM selama 45 hari. Kalo dibilang seneng, ya seneng. Baru 1,5 bulan dilantik sudah ada kesempatan DIKLATPIM, tanpa ada tes lagi. Padahal banyak yang harus nunggu setaon dan masih pake tes.

Pas mau berangkat, sikecil sariawan. Mulutnya ancur. Wedewww… rasanya nggak tega banget. Si Hatma, anak pertama, belom lagi Juni harus ndaftar SD. Nggak kebayang ibunya anak2 harus ngurus anak2 sendirian. Tapi apa mau dikata, ya harus dijalanin. Sempat konsultasi sama orangtua, nasehatnya menyejukkan banget. Apapun dijalani dengan ikhlas, tidak semua orang mendapatkan kemudahan seperti itu. Mungkin benar juga, namun berat juga menata hati meninggalkan sikecil yg sedang lucu2nya. Lagi nggak sehat lagi.

Waktu sudah masuk kereta dengan dianter Hatma sama Ibunya, eh liat air mata bini netes udah kayak nggak tahan. Yang jelas bukan karena kangen pastinya. Cuman kebayang harus ngurus anak2 super bandel sendirian. Maapkan ya ndhoek. Semoga semua ini sepadan. Begitu kereta jalan si Hatma udah telpon pake hape ibunya, sambil nangis minta bapak nggak pergi. Mungkin orang bilang berlebihan, tapi bener2 berat rasanya ninggal mereka untuk 45 hari lamanya. Fiiuuhhh…. Memasuki usia ke 34 tahun di kereta Argo Dwipangga yang sudah tidak sebagus dan senyaman dulu. Sekali lagi semoga sepadan.

Eh sampai di sawangan, sore habis Maghrib telpon rumah si Hatma ikut2an panas. Sabar sabar. Semoga semua ini sepadan.Sepadan dengan pengorbanan seorang istri, sepadan dengan pengorbanan anak-anak. Semoga…

One Response to “Semoga Sepadan…

  • david medan
    8 years ago

    walahhhh Jo…………………. koyo arep ora ketemu maneh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar